Istilah Gaul di Dunia Saham, Investor Harus Tau
Istilah Gaul di Dunia Saham, Investor Harus Tau
Evin - Halo semuanya! Siapa di sini yang sering menyimak dunia saham? Pasti banyak istilah baru yang kalian temukan, baik dari rekan investor maupun di berbagai sumber informasi keuangan.
Nah, hari ini kita akan membahas beberapa bahasa atau istilah gaul yang sering terdengar oleh para investor yang bermain di dunia saham. Jangan khawatir, kami akan menjabarkannya dengan bahasa yang mudah dipahami, agar kalian bisa mengikuti perkembangan pasar modal dengan lebih percaya diri.
{tocify} $title={Table of Contents}
Istilah Saham yang Wajib Dikenali
Sebenarnya ada beberapa istilah dalam dunia investasi ini. Jadi, sebelum memutuskan invest, sebaiknya kamu mengenali apa-apa aja istilah saham yang sering kita dengar
Berikut diantaranya:
1. Harga Saham Melesat (Rocketing)
Salah satu istilah gaul yang paling sering terdengar di dunia saham adalah "harga saham melesat" atau "rocketing". Ini mengacu pada kondisi di mana harga saham suatu perusahaan mengalami kenaikan yang sangat signifikan dalam waktu singkat.
Biasanya, fenomena ini terjadi karena adanya berita baik atau sentimen positif yang memicu antusiasme investor untuk segera membeli saham tersebut.
Misalnya, pengumuman rencana akuisisi, peluncuran produk baru, atau kinerja keuangan perusahaan yang jauh melampaui ekspektasi.
Ketika harga saham melesat, investor yang sudah punya saham tersebut bisa meraup keuntungan besar. Sebaliknya, bagi investor yang belum memiliki, mereka harus berpikir cepat untuk membelinya sebelum harganya semakin mahal.
Namun, perlu diingat bahwa kenaikan harga saham yang terlalu cepat juga bisa berisiko. Karena itu, investor harus tetap memperhatikan fundamental perusahaan dan tidak terlalu terpaku pada tren kenaikan harga semata.
Beberapa contoh saham yang pernah mengalami fenomena "harga saham melesat" antara lain saham-saham teknologi dan e-commerce saat pandemi COVID-19. Kenaikan harga yang sangat tajam ini disebabkan oleh lonjakan permintaan akibat perubahan pola konsumsi masyarakat.
Jadi, jika kalian menemukan saham yang harganya tiba-tiba melesat, jangan langsung terburu-buru untuk membelinya. Lakukan analisis mendalam terlebih dahulu agar tidak terjebak dalam bubble yang sewaktu-waktu bisa pecah.
2. Saham Gorengan (Penny Stock)
Salah satu istilah gaul lainnya yang populer di dunia saham adalah "saham gorengan" atau "penny stock". Ini mengacu pada saham-saham yang memiliki harga per lembar yang sangat murah, biasanya di bawah Rp 500.
Meskipun harganya rendah, bukan berarti saham gorengan tidak memiliki potensi. Justru banyak investor yang mencoba peruntungan di sini, karena kenaikan harganya bisa sangat drastis. Namun, tentu saja risikonya juga besar.
Ada beberapa alasan kenapa sebuah saham bisa disebut sebagai "saham gorengan":
- Perusahaan sedang dalam masa sulit atau memiliki fundamental yang lemah, sehingga harga sahamnya terpuruk.
- Perusahaan masih tergolong kecil dan belum dikenal luas, sehingga likuiditasnya rendah.
- Perusahaan baru saja melantai di bursa dan masih dalam tahap pengembangan.
Meskipun demikian, bukan berarti semua saham gorengan tidak memiliki prospek. Ada beberapa perusahaan yang sebenarnya memiliki potensi bagus, namun belum diketahui banyak orang. Investor yang jeli bisa melirik saham-saham ini untuk mendapatkan keuntungan besar.
Namun, perlu diingat bahwa berinvestasi di saham gorengan juga bisa sangat berisiko. Harga sahamnya bisa naik atau turun dengan cepat, sehingga investor harus ekstra hati-hati dan selalu memantau perkembangannya.
Jadi, jika kalian tertarik berinvestasi di saham gorengan, pastikan melakukan analisis fundamental yang mendalam. Jangan sampai terlena oleh potensi keuntungan besar, tapi justru terjebak dalam kerugian.
3. Saham Tidur (Sleeping Stock)
Saham tidur adalah istilah untuk saham-saham yang memiliki pergerakan harga yang stagnan atau cenderung datar dalam jangka waktu lama.
Biasanya, saham tidur ini jarang mendapat perhatian dari investor, sehingga likuiditasnya pun rendah.
4. Saham Primadona (Blue Chip Stock)
Di antara berbagai jenis saham yang beredar di pasar modal, ada satu istilah yang cukup terkenal, yaitu "saham primadona" atau "blue chip stock". Apa sebenarnya yang dimaksud dengan saham primadona?
Saham primadona atau blue chip stock adalah istilah untuk saham-saham perusahaan besar, mapan, dan memiliki reputasi baik di pasar modal. Contohnya, saham-saham BUMN seperti Telkom, Pertamina, atau BRI. Saham-saham ini umumnya menjadi incaran investor karena dianggap memiliki risiko yang lebih rendah.
Ada beberapa alasan mengapa saham primadona menjadi favorit investor:
- Fundamental perusahaan yang kuat
- Likuiditas tinggi
- Dividen yang menarik
- Fluktuasi harga relatif stabil
Meskipun tidak melonjak setinggi saham gorengan, harga saham primadona cenderung bergerak lebih stabil dan dapat diprediksi. Ini membuat investor merasa lebih aman.
Karena berbagai kelebihan tersebut, saham primadona sering kali menjadi pilihan investasi jangka panjang yang aman bagi investor, terutama mereka yang tidak ingin mengambil risiko terlalu besar.
Namun, bukan berarti saham primadona tidak punya potensi kenaikan harga yang signifikan. Investor juga bisa mendapatkan benefit besar dari kepemilikan saham-saham tersebut.
5. Aksi Beli (Buying)
Aksi beli adalah istilah untuk aktivitas investor yang membeli saham. Ketika banyak investor melakukan aksi beli, maka harga saham cenderung akan naik.
Harga saham akan tinggi, dan kalau membeli stock, mungkin akan menguras uang dari dompet kalian. Mungkin kalian sebaiknya lebih sedikit bersabar agar harga belinya kembali normal.
6. Aksi Jual (Selling)
Aksi jual adalah istilah untuk aktivitas investor yang menjual saham. Ketika banyak investor melakukan aksi jual, maka harga saham cenderung akan turun.
Mumpung turun, mungkin ini adalah waktu yang tepat buat beli saham perusahaan tersebut.
Posting Komentar untuk "Istilah Gaul di Dunia Saham, Investor Harus Tau"